13. QS. #Baqarah (002): 30-33 (KOBAR 105)

Author: admin 44 views

QS. #Baqarah (002): 30-33 (KOBAR 105)

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ 30البقرة
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ 31البقرة
قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ 32البقرة
قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ ۖ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ 33البقرة

Kandungan Makna
Ayat 30:
Dialog Allah dengan Malaikat, bhw Alah mau melengkapi manusia dengan Ilmu dengan satu harapan jika manusia lebur dengan Ilmu mk dia akan berbudaya dan akan bisa membikin benda2 kebudayaan seperti pakaian rumah dll, sementara Malaikat mengkhawatirkan jika sudah diberi Ilmu kemudian tidak alternatif dalam arti menyelewengkan nya maka akan terjadi kerusakan dimuka bumi ini bahkan pertumpahan darah, kata Allah sungguh saya yang mengilmui, membimbing, mengarahkan terhadap mereka yang mau dibimbing, maka Ilmu sudah diberikan kepada kita, saudara lebur pasti dibimbing, saudara tidak lebur tak akan ada bimbingan.

Ayat 31 : Allah mengajar Adam selengkap – lengkap ajaran, baik ajaran benar maupun ajaran jahat, kemudian Allah hadapkan kepada Malaikat coba kalian berikan keterangan pembuktian nya!

Ayat 32 : Malaikat tidak sanggup memberi keterangn pembuktian krn Allah tidak mengajarkannya kepada Malaikat.

Ayat 33.
Allah perintahkan Adam untuk memberikan keterangan pembuktian dari yang telah Allah ajarkan kepada nya, untuk memperlihatkan bahwa Allah yang mengilmui apa yang dipen-taskan atau yang belum dipentaskan, spt halnya Allah mengilmui kepastian semesta angkasa dan bumi beredar karena lebur thd perintah i-tiyaa thau’an au karhan ?