08. QS. *Rahman (55): 1-16 (KOBAR 100)

Author: admin 47 views

*Rahman (55): 1-16 (KOBAR 100)

الرَّحْمَٰنُ 1الرحمن
عَلَّمَ الْقُرْآنَ 2الرحمن
خَلَقَ الْإِنْسَانَ 3الرحمن
عَلَّمَهُ الْبَيَانَ 4الرحمن
الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ 5الرحمن
وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ 6الرحمن
وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ 7الرحمن
أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ 8الرحمن
وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ 9الرحمن
وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ 10الرحمن
فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ 11الرحمن
وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ 12الرحمن
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 13الرحمن
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ 14الرحمن
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ 15الرحمن
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 16الرحمن

Kandungan Makna
Ayat 1-4:
Allah telah mengajar manusia satu Ilmu sbagi satu teori kesetimbangan (rancangan dan kepastian hidup) menjadi satu rangkaian keterangan teratur seteratur penciptaan manusia

Ayat 5-7:
Seteratur kerja organis biologis yang memenuhi azas matematik (ruas kiri=ruas kanan)

Ayat 8-9:
Larangan Allah untuk tidak aduk2an atau berlaku timpang sekaligus perintah membangun sist setimbang (hablun minallah wa hablun minannaas) yakni kaljasadi atau kalbunyani.

Ayat 10-12:
Peleburan menghasilkan kesetimbangan mengujudkan pertumbuhan dan perkembangan laksana bumi yang menumbuhkan tumbuhan menghasilkan panen untuk seluruh mahluk seperti halnya buah atau biji yang mengandung nutrisi dan kalori yang berguna untuk seluruh sel.

Ayat 13:
Tempikan Allah “Mengapa dua niKandungan maknaat (anfus dan Ilmu) kalian berdua (kamu dengan anfus dan kamu dengan Ilmu) kalian aduk ? tidak kalian lebur?”.

Ayat 14-15:
Perumpamaan peleburan pd penciptaan manusia seperti peleburan bijih besi menjadi besi, yang menghasilkan mahluk baru, juga aduk2an seperti penciptaan jin dari lambang maarij dari lambang naar yang tidak bisa dilebur menjadi mahluk baru.

Ayat 16:
Tempikan Allah Mmengapa dua niKandungan maknaat (anfus dan Ilmu) kalian berdua (kamu dengan anfus dan kamu dengan Ilmu) kalian aduk? tidak kalian lebur?”.