10. Tuju = tuah juara = tubuh merebah 75°
(tukar 339, HK 09 B6 09T)
A. ON:
- Diawali koal allaahu akbar dg volume suara menurun.
- Membaca seperti pada busra dg suara rendah.
B. G:
- Merebahkan lutut ke depan dari tempat berdiri (Lutut dulu yg sampai bukan tangan kecuali sakit).
- Merebahkan badan dan kepala serta muka di tempat *_tuju_* shg membentuk sudut 75° pd titik punggung.
- Kedua telapak tangan yg terbuka diletakkan tertelungkup hingga mencapai sisi kuping kiri dan kanan.
- Kedua siku dirapatkan agak sejajar dg badan .
- Kedua telapak kaki ditegakkan berdiri diatas ujung jari kaki.
- 7 anggota tuju tdk boleh terhalang menyentuh tempat tuju oleh pakaian yg menempel di badan atau oleh sehelai rambutpun.
C. AR:
- Ketika mengalami jatuh kita bersimpuh merapatkan jiwa dan raga dg Adem, merapatkan jiwa dan raga dg 7 struktur hidup ( ingat hadits talqin).
- 7 struktur hidup menyangga agar jiwa raga kita kita tdk ambruk dan mampu bangkit ( lambangnya 7 agt tuju menahan tubuh).
- Ketika Adil menghancurkan idem dititik silang, mk pengadem pun kena imbas tapi tdk sampai ambruk krn 7 struktur hidup menyangganya.
- Tidak terpancing info maupun ajakan kiri dan kanan (lambangnya kedua telapak tangan mengawal disamping kuping.
- Tdk sikut kiri sikut kanan, tdk menyalahkan siapapun ketika jatuh ( lambangnya sikut merapat sejajar dg badan).
- Mengumpulkan energi dan kekuatan untuk bangkit ( lambangnya telapak kaki berdiri diatas ujung kaki).
- Kesadaran bacaan lebih tajam dari busra, krn busra baru gejala akan jatuh sdg kan tuju benar2 jatuh.
How can we help?
A premium WordPress theme with an integrated Knowledge Base,
providing 24/7 community-based support.